Tuesday, 25 March 2014




sebagian besar gamer yang menantikan kehadiran game yang satu ini tentu saja menyangkut implementasi engine next-gen milik DICE – Frostbite Engine 3.0. Kesuksesan Frostbite 2.0 yang tampil begitu memukau di seri sebelumnya menjadi patokan seberapa signifikan engine ini telah berkembang. Hasilnya? Luar biasa. Detail yang muncul jauh lebih baik dengan pewarnaan yang terasa lebih halus menjadikan Battlefield 4 sebagai salah satu game dengan visualisasi terbaik di pasaran saat ini. Dirilis sebagai game multiplatform, current gen dan next-gen, menjadi opsi yang jauh lebih rasional untuk mencicipinya di platform yang lebih kuat, antara next-gen atau PC. Kualitas seperti ini tentu bisa tidak ditawarkan oleh teknologi lawas sekelas Playstation 3 dan Xbox 360, membuat engine ini terlihat sia-sia.
Seperti seri sebelumnya, Battlefield 4 juga menghadirkan campaign untuk memuaskan gamer yang memang mengindamkan kehadiran sebuah mode single player. Konflik antara tiga negara besar dunia – Amerika Serikat, China, dan Russia menjadi tema utama, dengan alur plot klise yang tentu tidak akan asing lagi bagi para penggemar game military shooter. Seberapa baik? Beberapa jam ala permainan, selain visualisasi dan desain setting yang pantas untuk diacungi jempol, mode campaign ini masih belum mampu menunjukkan tajinya. Karakter yang kurang kuat dan menggugah, percakapan yang justru terkesan garing dan voice acts kaku membuat perasaan Anda terus merindukan sesuatu yang “wah” untuk terjadi. Dan sejauh kami memainkanya, rindu tersebut belum dijawab. Yang menarik, jauh lebih banyak elemen yang bisa Anda hancurkan dan picu di Battlefield 4 dibandingkan BF 3.
Pesona utama Battlefield 4 sepertinya memang jatuh pada mode multiplayer yang ia tawarkan. Tidak tanggung-tanggung, DICE menyediakan kurang lebih 10 buah map dengan beragam jenis terrain untuk dijajal, tentu masing-masing dengan fitur Levolution uniknya sendiri. Ia tetap menjadi pesona yang sulit untuk ditolak. Dalam waktu yang singkat, kami baru menjajal tiga buah map utama untuk mendapatkan sedikit gambaran dasar: Dawnbreaker, Flood Zone, dan tentu saja sang ikon – Paracel Storm. Perubahan cuaca dramatis di Paracel Storm menjadi primadona yang membuat kami berdecak kagum. Dipadukan setting Ultra yang bisa dicapai rig kami, Battlefield 4 menawarkan kehancuran dan keindahan di saat yang sama. Signifikansi Levolution dalam mengubah gaya permainan juga kami temukan di Flood Zone.
Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review dua mode ini – single player dan multiplayer (yang kemungkinan akan kami pisah menjadi dua artikel terpisah untuk memberikan in-depth review yang lebih baik), izinkan kami melemparkan segudang screenshot dari kedua mode tersebut untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran. Tentu saja, semua screenshot ini diambil dengan setting Ultra mentok kanan untuk memperlihatkan kualitas seperti yang mampu dihasilkan oleh Frosbite Engine 3.0. Kami juga kemungkinan besar akan memperlihatkan bagaimana  kualitas Battlefield 4 ketika digunakan langsung di tiga monitor sekaligus. Welcome to the new age of war!





    Battlefield 4 single player (122)

Minimum Requirements:

  • OS: Windows Vista SP2 32-Bit (With KB971512 Platform Update)
  • Processor: AMD Athlon X2 2.8 GHz / Intel Core 2 Duo 2.4 GHz
  • Memory: 4 GB
  • Graphics Card: AMD Radeon HD 3870 / NVDIA GeForce 8800 GT
  • Graphics Memory: 512 MB
  • Hard Drive: 30 GB

Recommended Requirements:


  • OS: Windows 8 64-BIT
  • Processor: AMD Six-Core CPU / Intel Quad-Core CPU
  • Memory: 8 GB
  • Graphics Card: AMD Radeon HD 7870 / NVIDIA GeForce GTX 660
  • Graphics Memory: 3 GB
  • Hard Drive: 30 GB
Download Links(pilih salah satu)

Link 1 : disini
Link 2 : disini
Link 3 : disini
Torrent : disini
password : www.blackboxrepack.com
Categories:

1 comment:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!