Fakta mengejutkan inilah yang disampaikan oleh sang writer – Jeffrey Yohalem sendiri. Terlepas dari spekulasi setting yang terus bertebaran, dari gamer yang menginginkan eksploitasi budaya Asia hingga Afrika, Ubisoft tampaknya sudah memantapkan jalur jauh-jauh hari. Yohalem mengemukakan bahwa petunjuk soal rilis masa depan Assassin’s Creed sebenarnya sudah terlihat di salah satu scene ending Assassin’s Creed: Brotherhood. Dari semua simbol yang ada, percakapan difokuskan pada dua simbol –Phrygian Cap dan Eye of Providence. Eye of Providence yang notabene merupakan identitas Amerika Serikat lahir menjadi Assassin’s Creed 3, sementara Phrygian Cap sebagai simbol Revolusi Perancis diwujudkan menjadi Assassin’s Creed Unity. Konfirmasi ini diungkapkan lewat akun Twitter resmi Yohalem.
Teaser tentang eksistensi Assassin’s Creed 3 dan Assassin’s Creed Unity ternyata sudah dilemparkan sejak ending Brotherhood di tahun 2010.
Ubisoft sendiri sudah mengkonfirmasikan bahwa AC: Unity akan dirilis sebagai proyek Assassin’s Creed untuk generasi terbaru, yang hanya akan dirilis untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Mereka juga mengemukakan bahwa proyek ini sudah dibangun selama lebih dari tiga tahun dan mengusung kualitas visual ke level yang baru.




0 comments:
Post a Comment